Hikmah Kematian



Malam takbiran Idul Adha lalu merupakan malam yang penuh haru biru, ada kesedihan yang mendalam karena salah seorang pengawas sekolah kami menghadap sang Khalik. Pukul 03.40 setelah sholat tahajud tumben saya ingin membuka hp. Satu persatu group WA yang ada saya buka satu per satu. Ketika saya membuka salah satu group kedinasan saya kaget, gemetar dan pecahlah tangis kesedihan ketika membaca tulisan nama di kabar duka cita tersebut. Sejenak saya termenung dan membacakan Al Fatihah untuk almarhum. Terbayang saat- saat kebersamaan kami dengan beliau. Beliau adalah sosok pengawas yang low profile, ramah dan bersahaja. Beliau begitu sabar dan telaten dalam membimbing dan mengarahkan kami. Untuk saya pribadi, beliau sudah seperti orang tua saya sendiri.

Masih terbayang ketika saya dan teman sejawat sowan ke rumah beliau saat Hari Raya Idul Fitri, beliau menyambut kami dengan bahagia. Kami pun tidak akan pernah melupakan kebahagiaan itu, karena baru kali ini kami merasakan kembali saat kami kanak-kanak, kami diberi oleh-oleh selembar uang 75.000 rupiah yang baru.

Inna lillahi wa inna illaihi roji'uun. Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya, diterima semua amal ibadahnya. Aamiin YRA🤲🤲🤲

Berita duka cita menyisakan kesedihan bagi keluarga, sahabat dan kerabat yang  ditinggalkan, namun kita harus mengambil hikmah dari peristiwa yang ada. Tidak ada daya upaya kita, semua sudah menjadi takdir. Sesungguhnya kain kafan kita sudah ditenun, dibungkus rapi dan sudah diberi alamat hanya tinggal dikirimkan saja kpn waktu pasnya menurut Allah. Batas waktu menyelesaikan misi di dunia hanya kematian, hanya ajal lah yang bisa menghentikannya. Ketika kematian datang menjemput, selesai sudah misi kita di dunia. Kematian merupakan gerbang kehidupan yang sesungguhnya, kita akan kembali ke kampung akhirat yang agak panjang dan abadi.

Berita dukacita mengingatkan kepada kita semua bahwa kelak kita pun akan kembali ke kampung akhirat menyusul keluarga, sahabat dan kerabat yang sudah mendahuli kita. Bekal apa yang sudah kita persiapkan? Ya Allah maafkan dan ampuni kami atas segala khilaf dan dosa- dosa kami.

Begitu kecil kita dihadapan Nya, Allah Maha Kuasa dan Maha Berkehendak. Tiada daya upaya kita keculai hanya pertolongan Nya. 

Oleh karena itu kita perlu mempersiapkan bekal tersebut, tidak ada pilihan lain kecuali senantiasa bermunajat kepada sang Khalik untuk senantiasa di beri anugerah hati yang lembut dan penuh syukur, ridho akan ketentuannya,  senantiasa menjalankan perintah dan larangan Nya, senantiasa menjadi konektor kebaikan dan kebahagiaan bagi sesama.

Dunia dan seisinya adalah ladang tempat kita untuk bercocok tanam kebaikan yang suatu saat nanti akan kita panen dan sebagai bekal saat kita dipanggil kembali ke kampung akhirat untuk menghadap sang Khalik. Marilah kita tanami ladang kita dengan tanaman-tanaman kebaikan, pupuklah tanaman tersebut dengan kesabaran dan keikhlasan semata-mata hanya karena Allah SWT. Semoga Allah senantiasa meridhoi setiap gerak, langkah dan pikir kita.

#ngajidirismartliving

2 Komentar